Kamis, Oktober 25, 2018

Tanaman di Halaman#1 Rosemary

Tanaman Rosemary dalam bahasa Indonesia disebut Rosmarin. Termasuk ke dalam tanaman herbal yang biasa digunakan sebagai bumbu masak dan tanaman obat. Berfungsi juga sebagai tanaman pengusir serangga. Nama latin tanaman ini adalah Rosmarinus officinalis. Bentuknya yang dekoratif menjadikan tanaman ini banyak digunakan sebagai tanaman hias.

Menanam Rosemary bisa dengan beberapa cara, bisa secara generatif dan vegetatif. Mulai menanam dengan menyemai dari benih ternyata tidak mudah, mungkin karena ada yang keliru dari cara menanamku. Beberapa kali mencoba menyemai benih yang kubeli dari sebuah kebun organik hasilnya selalu gagal. Alhamdulillah ada tetangga yang punya pohonnya dan aku mendapat hasil stek batang yang masih kecil. Ketika sudah mulai cukup besar dan akarnya sudah kuat, kucoba untuk menyeteknya. Batang yang kupotong kutancapkan ke media tanam yang telah disiapkan. Cukup dijaga kelembabannya, stek batang Rosemary akan tumbuh dengan baik.



Setelah beberapa bulan menanam Rosemary, suatu ketika saat musim kemarau datang, tanaman rosemaryku kelihatan seperti mengering. Daun-daunnya berwarna coklat di ujung-ujungnya. Awalnya aku pikir tanaman tersebut mengalami kekeringan karena sempat ditinggal selama beberapa hari keluar kota. Setelah berusaha menyiramnya setiap hari, tidak ada perubahan pada tanaman tersebut. Sampai aku menemukan bintik-bintik hitam yang berjalan di batang dan daun tanaman itu. Ternyata tanaman rosemary ku terserang kutu hitam. Karena terlambat menyadarinya, kutu-kutu hitam tersebut telah berkembang biak banyak sekali.

Jika kita menemukan kutu hitam saat belum berkembang biak, maka secepatnya kutu-kutu tersebut harus dimusnahkan secara manual, yaitu dengan mematikannya. Tetapi jika kutu-kutu tersebut telah banyak tersebar di seluruh bagian tanaman, maka yang bisa kita lakukan adalah memangkas batang-batang yang terkena kutu. Batang-batang tersebut jangan dibuang karena masih bisa ditanam kembali. Caranya adalah dengan merendamnya terlebih dahulu dalam air supaya kutu-kutunya mati. Kemudian tancapkan batang-batang tadi ke dalam tanah.

Cara berikutnya yang bisa dilakukan bersamaan dengan pemangkasan adalah menyemprotnya dengan pestisida alami. Pestisida tersebut bisa kita buat sendiri dari bawang putih yang direndam air selama 24 jam. Kemudian dicampur dengan sabun cair untuk cuci piring dan disemprotkan ke semua bagian tanaman rosemary. Aku menggunakan cairan lerak sebagai pengganti sabun cuci piring untuk menjaga kealamian pestisida yang digunakan. Pestisida bawang putih ini harus habis dalam 3 hari. Jika lebih dari itu, baunya akan sangat menusuk dan tidak enak.

Yang kusuka dari tanaman ini adalah baunya, efeknya menenangkan. Selain itu tanaman Rosemary ini juga mempunyai manfaat yang beragam. Aku banyak menggunakannya dalam bentuk segar, yaitu sebagai bumbu ayam panggang dan tenderloin steak, membuat teh rosemary dan memasukkannya dalam pembuatan shampoo cair alami bersama lerak, honje dan sereh. Menurut artikel yang kubaca, Rosemary dapat mengobati kerontokan rambut.



Berkebun itu memang menyenangkan, apalagi jika sudah bisa memetik hasilnya dan merasakan beragam manfaat dari tanamannya. Awalnya memang tidak mudah, apalagi jika tidak punya pengalaman dan latar belakang bercocok tanam. Namun menjalani proses belajar itu sungguh menantang dan banyak hikmah.
Hmmm...tanaman apalagi ya yang ada di halaman?

#berkebunorganik
#belajardikebun


Sabtu, Februari 11, 2017

Rabu, Februari 08, 2017

Presentasi Project Ternak Kelinci

Amira sempat terkejut ketika mengetahui dia mendapat giliran pertama untuk presentasi di depan pasukan penggalang Pramuka HS Bandung. Presentasi ini adalah program baru yang coba kami jalankan sebagai ajang berbagi dan menginspirasi di antara mereka.
Bukan hanya Amira, aku pun terkejut ketika mengetahuinya. Karena Amira baru 3 minggu naik golongan menjadi pramuka penggalang.